cerpen fiksi tentang tokoh Sastra Jahiliyah
"The tongue of a man is one half, and the other half is his mind, and here is nothing besides these two, except the shape of the blood and the flesh". (Zuhayr bin Abi Sulma) “Apa yang kamu lakukan Burdah!? Amran itu temanmu! Lemparkan pisau itu!” teriak Ummu Amran melihat anaknya terancam terbunuh. Sementara itu orang- orang hanya terdiam melihat kejadian didepan mata mereka. Cukup lama kerumunan itu tertegun, lalu datanglah Asma dan berkata, “apa ini? Bagaiman seorang yang sudah setua dirimu begitu kekanakan?” Hanya dengan kalimat itu, Burdah melepas cekikan dan pisaupun terjatuh. Asma seperti biasa, orang yang pemberani dan kata- katanya tajam. Dan seperti biasa pula, Burdah selalu merasa malu dan kikuk saat didekat Asma. Zaman Jahiliyah, dimana Asma begitu dihargai dan begitu dihinakan. Saat menjadi perempuan, ia diperjual bellikan bak barang dagangan. Namun saat menjadi penyair, tak seorangpun berani menyanggah kata- katanya. ...